Mengenal 7 Sejarah Suku Banyuasin yang Menganut Sistem Kekerabatan Warga Banyuasin pasti tahu tentang sejarah mereka, nih!
Mengenal 7 Sejarah Suku Banyuasin yang Menganut Sistem Kekerabatan
Warga Banyuasin pasti tahu tentang sejarah mereka, nih!
Mengenal 7 Sejarah Suku Banyuasin yang Menganut Sistem Kekerabatan Mengenal 7 Sejarah Suku Banyuasin yang Menganut Sistem Kekerabatan (IDN Times/Dokumen Tangkap Layar)
Feny Maulia Agustin
Verified
Feny Maulia Agustin Verified
19 Jan 22 | 14:49
Banyuasin merupakan salah satu kabupaten di Sumatra Selatan (Sumsel) dengan luas wilayah terbesar setelah Kota Palembang. Selain dominan mayarakat yang tinggal di pinggiran sungai, warga Banyuasin ternyata memiliki sejarah suku asli yang menganut sistem kekerabatan.
Tenar dengan julukan Orang Musi, warga di sana memang banyak mempunyai rumah di sekitar kawasan anak Sungai Musi. Berikut IDN Times bagikan sejarah tentang keberagaman suku di Banyuasin. Simak dan belajar bersama, yuk!
1. Bahasa
Mengenal 7 Sejarah Suku Banyuasin yang Menganut Sistem Kekerabatan Ilustrasi percakapan warga Banyuasin (IDN Times/Sumsel)
Masyarakat yang tinggal di Banyuasin rata-rata menerapkan bahasa percakapan khas Orang Musi, yakni melafalkan kata dengan ucapan 'e' (seperti kalimat ember) pada huruf terakhir. Misalnya kalimat 'Mau ke mana?' menjadi 'Nak ke mane?'.
Berdasarkan sejarah, percakapan menggunakan huruf 'e' adalah bahasa asli orang Banyuasin. Bahkan dilihat dari histori, akhiran huruf 'e' memiliki logat kental daerah khas di sana yang kian berkembang hingga saat ini.
Baca Juga: 7 Kerajinan Khas Banyuasin, Ada Gerabah Hingga Tanah Liat
2. Mata pencarian
Mengenal 7 Sejarah Suku Banyuasin yang Menganut Sistem Kekerabatan Ilustrasi buruh tani (IDN Times/Dokumen)
Melihat letak geografis Banyuasin yang berada di lahan perkebunan dan pertanian, masyarakat di sana umumnya berprofesi sebagai buruh tani, atau beberapa lainnya memiliki kebun milik pribadi. Sebab titik Banyuasin tepat di daerah agraris Sumsel.
Seiring zaman, kini masyarakat Banyuasin juga banyak yang bekerja di luar daerah dan transmigrasi ke kota lain. Bahkan ada yang mengembangkan sektor industri dan mempelajari usaha untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.
Baca Juga: Bagi yang Mengalami Sakit Persendian, Wajib Baca Ini
PR
3. Agama dan kepercayaan
Mengenal 7 Sejarah Suku Banyuasin yang Menganut Sistem Kekerabatan Ilustrasi berdoa (IDN Times/Sukma Shakti)
Mayoritas penduduk Banyuasin memeluk agama Islam, meski ada beberapa penduduk yang masih memegang teguh tradisi masing-masing. Sebab tradisi dan kepercayaan warisan nenek moyang memang tak bisa luntur meski tergerus zaman.
Maka itu, sejumlah masyarakat di Banyuasin tetap melakukan ritual maupun melaksanakan upacara adat untuk melestarikan kepercayaan tradisi lama.
Baca Juga: 9 Kuliner Enak di Banyuasin Ini Wajib Dicoba
4. Seni dan budaya
Mengenal 7 Sejarah Suku Banyuasin yang Menganut Sistem Kekerabatan
Kesenian dan kebudayaan yang berkembang di Banyuasin umumnya bercorak Melayu. Seperti kesenian Senjang yang sangat tenar sejak dahulu kala, dengan bernafaskan suku Melayu dan beberapa tarian adat yang diiringi dengan musik irama Melayu
5. Rumah adat
Mengenal 7 Sejarah Suku Banyuasin yang Menganut Sistem Kekerabatan Ilustrasi rumah panggung (IDN Times/Dokumen)
Selain budaya maupun kesenian berkarakter khas Banyuasin, rumah adat Orang Musi juga memikiki arsitektur ikonik bernama Anjungan.
Bentuknya seperti rumah panggung dengan ventilasi ornamen motif tumbuhan.
Baca Juga: 7 Lokasi Wisata Budaya di Banyuasin Wajib Dikunjungi, Liburan Seru!
6. Tarian
Mengenal 7 Sejarah Suku Banyuasin yang Menganut Sistem Kekerabatan Ilustrasi tarian tradisional (isitimewa)
Tarian di Banyuasi berciri alunan irama Melayu. Hal itu sejalan dengan sejarah dan warisan dari nenek moyang Orang Musi.
Saat ini, tarian khas Banyuasin sering ditampilkan ketika ada acara khusus seperti penyambutan tamu atau kegiatan lain seperti pernikahan.
7. Sistem kekerabatan
Mengenal 7 Sejarah Suku Banyuasin yang Menganut Sistem Kekerabatan Ilustrasi Menikah (IDN Times/Arief Rahmat)
Orang Musi sama seperti masyarakat daerah lain, yakni menganut sistem kekerabatan atau di Indonesia dikenal dengan istilah patrilineal. Sistem kekerabatan ini biasanya diterapkan di acara perkawinan, contohnya mempelai wanita harus diarak ke tempat mempelai pria.
Namun seiring perkembangan waktu, sistem kekerabatan sudah jarang dilakukan dan banyak keluarga yang mulai mengakui garis keturunan dari kedua belah pihak. Maksudnya, acara perkawinan dijalankan dengan keinginan dan perjanjian kedua orang yang menikah.
Baca Juga: 5 Fakta dan Sejarah Banyuasin, Bukti Kemajuan Sumsel Awal 2000-an
Topic:
Deryardli Tiarhendi
Editorial Team
Show All
Artikel Terkait
Sebuah kamera dipasang dalam kuburan dengan mayat: Rekamannya akan mengejutkan
PR
Rumah Warga dan Kantor Pemerintah di Musi Rawas Disapu Angin Kencang
Pembunuh prostat ditemukan! Minum ini saat perut kosong
PR
Bermula dari Melayu, Ternyata Begini Dialek Asli Bahasa Palembang
Pembunuh wasir ditemukan! Cobalah sebelum tidur
PR
Mengenal 7 Sejarah Suku Banyuasin yang Menganut Sistem Kekerabatan
Maria Vania Bagikan Momen Romantis dengan Billy Syahputra
PR
Fakta Klenteng Dewi Kwan Im di Palembang: Sudah Berdiri Sejak 1773
Sebuah kamera dipasang dalam kuburan dengan mayat: Rekamannya akan mengejutkan Anda
PR
4 Bulan Warga Lampung Disiksa Pasangan Kumpul Kebo di Palembang
Ketika Harimau Sumatra Masuk ke “Hutan Beton” di Kota Solok
Pemerkosan Bocah oleh 1 Keluarga di Padang Bak Letupan Gunung Es
Recommended by
BERITA TERKINI LAINNYA
Masjid Cheng Ho Palembang: Bukti Peradaban Tionghoa di Bumi SriwijayaKota Palembang
Travel 23 Apr 22 | 12:35
Masjid Cheng Ho Palembang: Bukti Peradaban Tionghoa di Bumi Sriwijaya
6 Potret Keindahan Kebun Teh Pagaralam di Kaki Gunung Dempo SumselKota Palembang
Travel 30 Mar 22 | 17:27
6 Potret Keindahan Kebun Teh Pagaralam di Kaki Gunung Dempo Sumsel
7 Kerajinan Khas Banyuasin, Ada Gerabah Hingga Tanah LiatKab. Banyuasin
Travel 17 Jan 22 | 14:38
7 Kerajinan Khas Banyuasin, Ada Gerabah Hingga Tanah Liat
7 Lokasi Wisata Budaya di Banyuasin Wajib Dikunjungi, Liburan Seru! Kab. Banyuasin
Travel 11 Jan 22 | 15:30
7 Lokasi Wisata Budaya di Banyuasin Wajib Dikunjungi, Liburan Seru!
Sempat Hype dan Primadona, Destinasi Wisata Ini Sekarang TerlupakanKota Palembang
Travel 09 Jan 22 | 18:15
Sempat Hype dan Primadona, Destinasi Wisata Ini Sekarang Terlupakan
Nasib Punti Kayu dan Danau OPI, Dulu Primadona Sekarang SepiKota Palembang
Travel 09 Jan 22 | 10:34
Nasib Punti Kayu dan Danau OPI, Dulu Primadona Sekarang Sepi
Anak Muda Desa Burai Ogan Ilir, Ubah Desa Kumuh jadi Desa WisataKota Palembang
Travel 11 Nov 21 | 12:25
Anak Muda Desa Burai Ogan Ilir, Ubah Desa Kumuh jadi Desa Wisata
Sejarah Bidar, Sebuah Tradisi Balapan Perahu di Sungai MusiKota Palembang
Travel 21 Oct 21 | 12:07
Sejarah Bidar, Sebuah Tradisi Balapan Perahu di Sungai Musi
Mengenal 7 Kesenian Banyuasin, dari Senjang hingga Sastra TuturKab. Banyuasin
Travel 21 Oct 21 | 11:49
Mengenal 7 Kesenian Banyuasin, dari Senjang hingga Sastra Tutur
Kayoe Pinus Jadi Pilihan Kongkow Anak Muda di PalembangKota Palembang
Travel 05 Jul 21 | 10:04
Kayoe Pinus Jadi Pilihan Kongkow Anak Muda di Palembang
Menengok Pesona Ukiran Emas di Bayt Al-Qur'an Al Akbar PalembangKota Palembang
Travel 26 Apr 21 | 08:01
Menengok Pesona Ukiran Emas di Bayt Al-Qur'an Al Akbar Palembang
Fakta Klenteng Dewi Kwan Im di Palembang: Sudah Berdiri Sejak 1773Kota Palembang
Travel 12 Feb 21 | 12:35
Fakta Klenteng Dewi Kwan Im di Palembang: Sudah Berdiri Sejak 1773
Melihat Rutinitas Cuci Patung Dewa di Klenteng Dewi Kwan Im Palembang Kota Palembang
Travel 05 Feb 21 | 18:47
Melihat Rutinitas Cuci Patung Dewa di Klenteng Dewi Kwan Im Palembang
Melihat Produksi Tenun Tajung, Kain Khas Sumsel Milik Udin AbdillahKota Palembang
Travel 10 Jan 21 | 08:31
Melihat Produksi Tenun Tajung, Kain Khas Sumsel Milik Udin Abdillah
Nikmati Bunga Jengger Ayam di Taman Celosia Palembang, Pas Buat SelfieKota Palembang
Travel 06 Jan 21 | 12:07
Nikmati Bunga Jengger Ayam di Taman Celosia Palembang, Pas Buat Selfie
Pengunjung Wisata Bird Park Palembang Menurun 70 PersenKota Palembang
Travel 27 Dec 20 | 17:02
Pengunjung Wisata Bird Park Palembang Menurun 70 Persen
Menulusuri Peninggalan Belanda di Palembang, Kota Venesia dari TimurKota Palembang
Travel 31 Oct 20 | 20:39
Menulusuri Peninggalan Belanda di Palembang, Kota Venesia dari Timur
Menantang Adrenalin Lewat Mini Offroad, Sensasi Baru di Punti Kayu Kota Palembang
Travel 30 Oct 20 | 13:07
Menantang Adrenalin Lewat Mini Offroad, Sensasi Baru di Punti Kayu
Venna Melinda Ngaku Senang Usai 9 Tahun Sendiri!
Menderita nyeri sendi? Sembuhkan dalam waktu 5 hari dengan mudah…
Orang yang Sakit Lutut & Pinggul Harus Baca Ini
Ahli reumatologi: resep kakekmu tidak akan ampuh, ada solusi modern…
Dihujat karena Kerap Sentil Artis, Wanda Hamidah: Ini Risiko
Tak Perlu Laser jika Penglihatan Mulai Kabur, Cukup Gunakan Ini!
Komentar
Posting Komentar